Lari lagi ngetren banget. Banyak yang ikut event 5K sampai maraton biar badan tetap fit. Tapi yang punya riwayat jantung, hipertensi, diabetes, atau gangguan ginjal sering ragu: “Boleh ikut nggak ya?”
Menurut dr. Andi Sitti Tandina dari RS Harapan Bunda, boleh kok. Asal jangan langsung gaspol tanpa cek kondisi tubuh. Setiap orang beda. Ada yang masalahnya penyumbatan pembuluh jantung, ada yang irama jantungnya nggak beres. Makanya pemeriksaan dulu wajib, terutama kalau mau lari jarak jauh.
Pemeriksaan yang paling sering disarankan adalah tes treadmill. Jantung dipacu bertahap biar dokter bisa lihat responsnya saat tubuh kerja keras. Dari situ kelihatan ada nggak irama aneh atau tanda sumbatan yang biasanya nggak muncul pas lagi istirahat.
Faktanya, lari justru bisa bantu penderita diabetes tipe 2 karena meningkatkan sensitivitas insulin dan bantu kontrol gula darah. Tapi syaratnya gula harus stabil dulu. Kalau hipertensi atau jantung, intensitasnya harus disesuaikan, bukan ikut-ikutan orang lain yang kelihatan kuat.
Jangan bandingkan diri sama pelari lain. Konsultasi dokter dulu, mulai bertahap, dan dengerin sinyal tubuh. Nyeri dada, sesak, pusing, atau detak nggak beraturan? Langsung stop.
Sumber: women.okezone.com | Pengidap Jantung hingga Diabetes Boleh Ikut Lari? Begini Penjelasan Dokter | Djanti Virantika | 1 September 2026 | *gambar ilustrasi AI

Leave a comment