Kabar baik datang dari Kalimantan. Hujan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Upaya ini dilakukan untuk membantu membasahi lahan gambut sekaligus menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hujan tersebut terpantau turun di beberapa daerah, termasuk Putussibau, Kubu Raya, Pontianak, serta sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah. Guyuran hujan membantu meningkatkan kelembapan tanah, mendinginkan area yang terdampak, mengurangi kabut asap, dan menekan munculnya titik api baru. 🌳💧
Dalam pelaksanaannya, BMKG terus memantau pergerakan awan, arah angin, serta kondisi kelembapan udara. Data tersebut digunakan untuk menentukan awan yang memiliki potensi disemai agar hujan bisa turun di wilayah yang membutuhkan.
Di Kalimantan Barat, OMC sebelumnya sudah dilakukan sejak 22 Agustus hingga 4 September dengan 27 penerbangan dan sekitar 24,6 ton bahan semai berupa garam. Sementara itu, operasi di Kalimantan Tengah juga menghasilkan hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah.
Karena hasilnya dinilai membantu dan kondisi di lapangan masih membutuhkan penanganan, pemerintah akhirnya memperpanjang OMC di Kalbar dan Kalteng hingga 14 September 2026.
Langkah ini diharapkan bisa membantu mengurangi titik panas, menjaga kualitas udara, dan melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.
Sumber: detikNews | Hujan Guyur Kalbar dan Kalteng, OMC Diperpanjang hingga 14 September | Jabbar Ramdhani | 5 September 2026 | video ilustrasi AI

Leave a comment