Pemkab Demak Sediakan Rp10 Miliar demi Tuntaskan Perbaikan Jalan Sultan Fatah

DEMAK, korandigital.id – Pemerintah Kabupaten Demak terus menggenjot penataan serta peningkatan kualitas infrastruktur jalan perkotaan. Salah satu titik yang kini mendapat perhatian serius adalah Jalan Sultan Fatah, yang pengerjaannya digarap bertahap memakai konstruksi aspal serta beton.

Indra Susanto selaku Ketua Tim Peningkatan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinputaru) Kabupaten Demak mengungkapkan bahwa penanganan jalan menjadi prioritas pemerintah daerah demi menata kawasan perkotaan sekaligus bersiap menghadapi potensi lonjakan kendaraan di jalur alternatif saat ada pengerjaan di jalur Pantura.

“Demak saat ini fokus dalam bidang Bina Marga, lumayan ada banyak pekerjaan jalan. Pertama penataan kota, kedua mengakomodir kerusakan-kerusakan jalur alternatif kalau Pantura dikerjakan,” kata Indra.

Untuk proyek di Jalan Sultan Fatah, tahap awal menyasar ruas sepanjang kurang lebih 180 meter, terbentang dari area Traffic Light Bogorame hingga depan Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Demak.

Pengerjaan ini mengaplikasikan metode rigid pavement atau perkerasan beton dengan menelan biaya sekitar Rp2 miliar dari alokasi APBD reguler.

Indra menerangkan bahwa pemilihan material beton ini bukan tanpa sebab. Titik tersebut berada dekat persimpangan lampu lalu lintas yang menerima beban harian kendaraan cukup tinggi akibat aktivitas antrean serta pengereman.

Di samping itu, kawasan tersebut juga sempat langganan genangan air saat hujan turun yang berakibat buruk terhadap struktur perkerasan jalan.

“Alasan tahap pertama menggunakan rigid karena mendekati traffic light, di mana tekanan bebannya lebih besar,” jelasnya.

Lewat penggunaan beton, konstruksi jalan diharapkan jauh lebih kuat menahan beban kendaraan serta menekan potensi kerusakan yang dulunya sering timbul di permukaan aspal.

Saat ini, tahapan pertama tersebut sedang berjalan dan dipatok rampung pada awal Desember 2026.

Meski demikian, perbaikan Jalan Sultan Fatah tidak berhenti di situ saja. Pemkab Demak bahkan telah mengamankan dana sekitar Rp10 miliar yang bersumber dari APBD Perubahan demi melanjutkan proyek tersebut.

Kelanjutan proyek ini dirancang menyambung sampai ke kawasan depan Pasar Bintoro Demak. Teknis pembangunannya bakal menggabungkan metode rigid pavement dan flexible pavement menyesuaikan situasi di lapangan.

“Untuk tahap kedua, konstruksinya menggunakan perpaduan rigid pavement dan flexible pavement,” ujar Indra.

Khusus area yang memakai flexible pavement atau perkerasan lentur, jalurnya bakal dilapisi aspal dua lapis, yakni Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) serta Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC).

Indra menambahkan, keputusan memakai ragam konstruksi ini juga didasari pertimbangan efisiensi anggaran serta target panjang ruas yang hendak dikerjakan.

“Untuk selanjutnya menggunakan flexible pavement untuk efisiensi anggaran dan efektivitas target panjangnya,” katanya.

Adanya tambahan dana dari APBD Perubahan ini membuat Pemkab Demak optimistis perbaikan Jalan Sultan Fatah bisa tuntas bertuntas hingga wilayah Pasar Bintoro.

Lebih lanjut, Indra menyebutkan bahwa cakupan perbaikan tidak cuma menyasar jalur utama saja, melainkan juga jalur lambat di sepanjang koridor tersebut.

Menurutnya, sempat ditemukan ketidaksamaan elevasi antara jalur utama dan jalur lambat di beberapa titik, sehingga penyesuaian konstruksi wajib dilakukan supaya permukaannya kembali rata.

Pihaknya merinci, sebagian titik akan dibeton untuk menyamakan ketinggian, lalu diteruskan dengan aspal pada area yang beban lalu lintasnya tidak seberat kawasan lampu merah.

“Jadi tidak sekadar jalur utama yang ditangani, jalur lambat juga tertangani,” ujarnya.

Sebelumnya, kondisi Jalan Sultan Fatah mulai memprihatinkan akibat munculnya lubang serta gelombang di badan jalan. Walau pemeliharaan rutin lewat tambal sulam sudah sering dilakukan, langkah tersebut dinilai kurang efektif lantaran kerusakan terus berulang.

Oleh sebab itu, Pemkab Demak mengambil langkah penanganan menyeluruh yang dibiayai lewat dua pos anggaran, yakni kisaran Rp2 miliar dari APBD reguler serta sekitar Rp10 miliar dari APBD Perubahan.

Lalu Lintas Tetap Diatur

Guna kelancaran selama proyek bergulir, Dinputaru Kabupaten Demak telah berkoordinasi bersama Polres Demak untuk mengatur rekayasa arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Pemasangan rambu-rambu peringatan juga sudah dilakukan agar para pengguna jalan lebih waspada ketika melintas di area pekerjaan.

Bagi masyarakat yang mau bepergian dari arah Demak menuju Kudus ataupun sebaliknya, pengendara bisa memilih jalur alternatif lewat Jalan Sultan Hadiwijaya serta Jalan Pemuda Demak demi menghindari kemacetan di titik proyek.

Pemkab Demak menaruh harapan agar peningkatan Jalan Sultan Fatah dapat selesai tepat waktu sehingga mampu menghadirkan akses yang lebih nyaman serta melancarkan mobilitas warga di perkotaan Demak.

Leave a comment