Ada informasi penting terkait situasi di Arab Saudi. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh harus ditutup sementara hingga tanggal 15 Oktober menyusul situasi keamanan.
Insiden ini bermula dari serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok Houthi pada Sabtu (10/10). Akibat kejadian tersebut, tercatat 12 orang meninggal dunia dan 309 orang mengalami luka-luka. Jemaah umrah pun turut menjadi korban, di mana beberapa di antaranya terluka ketika sedang bersiap menunggu jadwal penerbangan menuju Makkah.
Situasi ini kian mengkhawatirkan karena bukan insiden pertama. Bandara ini tercatat sudah beberapa kali diserang dalam beberapa hari terakhir, dengan total korban jiwa dari rangkaian serangan itu mencapai 18 orang. Pihak Otoritas Penerbangan Saudi (GACA) lantas memperpanjang masa penutupan operasional demi menjamin keamanan fasilitas serta kesiapannya.
Dampak dari penutupan ini pun meluas. Sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, termasuk Terminal 3 dan 4 beserta perangkat radar dan komunikasi. Sejumlah maskapai penerbangan, seperti Etihad Airways dan Gulf Air, terpaksa membatalkan rute ke Riyadh, sementara layanan kereta Riyadh Metro menuju tiga stasiun bandara juga dihentikan sementara.
Di sisi lain, koalisi pimpinan Arab Saudi mengecam kelompok Houthi atas serangan tersebut dan berjanji akan memberikan respons yang tegas. Bagi yang memiliki rencana perjalanan terbang ke Riyadh ataupun jadwal keberangkatan umrah dalam waktu dekat, diimbau untuk segera memantau ulang jadwal penerbangan langsung melalui maskapai masing-masing.
Sumber: CNN Indonesia | Jemaah Umrah Jadi Korban Serangan Houthi di Bandara Riyadh Saudi | Redaksi CNN Indonesia | 12 Oktober 2026 | ilustrasi AI

Leave a Reply