China tengah menunjukkan gerak cepat dalam ranah diplomasi. Menteri Luar Negeri Wang Yi belum lama ini mengadakan serangkaian pertemuan di Beijing bersama sejumlah pejabat penting dari Iran, Arab Saudi, serta Oman guna mendesak seluruh pihak kembali berunding agar konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung lebih dari delapan bulan tidak semakin memburuk.
Ketegangan ini bermula dari serangan bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta sempat kembali memanas usai ancaman konflik baru yang disampaikan oleh Presiden Trump. Di hadapan wakil dewan keamanan nasional Iran, Ali Bagheri Kani, Wang Yi menyampaikan bahwa Beijing memberikan dukungan bagi Teheran dalam menjaga kedaulatan serta keamanan mereka. “Semua pihak harus fokus solusi politik, bukan balik ke konflik bersenjata,” ujarnya.
Ketika bertemu penasihat keamanan nasional Arab Saudi, Wang turut menyoroti krusialnya menjaga stabilitas jalur pelayaran serta keamanan energi regional. Di sisi lain, Presiden Xi Jinping yang melakukan pertemuan dengan Sultan Oman menyatakan kesiapan China untuk turut serta dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut, seraya menegaskan agar Timur Tengah tidak dijadikan arena pertikaian antarnegara besar.
Menjelang akhir bulan ini, China berencana memberangkatkan utusan khusus menuju Iran, Oman, serta Arab Saudi untuk menjalankan misi diplomasi ulang-alik. Upaya ini dinilai krusial mengingat eskalasi konflik telah berdampak pada terganggunya jalur pasokan minyak dunia. Sebagai salah satu mitra dagang utama Iran, China kini mengambil peran yang lebih aktif sebagai mediator.
Sumber: detik | China Tingkatkan Upaya Diplomasi, Serukan Dialog di Timur Tengah | Novi Christiastuti | 3 November 2026
*ilustrasi AI

Leave a Reply