Kebakaran 260 Hektare Arjuno-Welirang, BNPB Kerahkan Helikopter dan Siapkan Modifikasi Cuaca

Kota Batu – Pihak pemerintah mengerahkan helikopter water bombing serta menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mempercepat proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area Gunung Arjuno-Welirang. Keputusan ini diambil lantaran medan yang terjal serta embusan angin yang kencang membuat pemadaman darat menjadi sulit.

Berbagai langkah penanganan tersebut dibahas lewat Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Karhutla bertempat di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, pada Jumat (23/10/2026). Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala BNPB Letjen Kristomei Sianturi.

Kristomei menyampaikan bahwa kunjungannya ke wilayah Jawa Timur bertujuan memantau perkembangan penanganan karhutla serta mengenali berbagai kebutuhan tambahan untuk memadamkan api.

Merujuk laporan tim gabungan, tantangan terbesar dalam pemadaman manual mencakup medan yang curam, akses ke sumber air yang sulit dijangkau, serta kencangnya tiupan angin.

Oleh karena itu, pemerintah memaksimalkan penanganan via udara dengan menurunkan helikopter water bombing serta menyiapkan armada pesawat untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

“Karena hari ini juga kita sudah mengirim bantuan lagi untuk pesawat operasi modifikasi cuaca maupun waterbombing. Harapan dengan upaya-upaya kita itu bahwa kebakaran di Jatimur ini bisa tidak meluas, bisa kita cegah, dan bisa cepat dipadamkan,” jelas Kristomei seusai rakor.

Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca ini disiapkan lewat koordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah tersebut diharapkan mampu mendatangkan hujan guna membantu memadamkan titik api di kawasan Gunung Arjuno-Welirang.

Lebih lanjut, Kristomei mengungkapkan bahwa luas wilayah yang terdampak amukan si jago merah menyentuh angka sekitar 260 hektare. Sebagian dari kawasan tersebut dikabarkan sudah berhasil dipadamkan, sementara proses penanganan di titik-titik lain masih berjalan.

“Ya, 260 hektar, ya. Memang sebagian sudah bisa kita padamkan. Kemudian kita akan lihat lagi apa saja yang bisa kita lakukan. Kita harapkan hujan bisa segera turun dengan operasi modifikasi cuaca tadi,” tegasnya. (AB)

Leave a Reply